-. DCS adalah suatu sistem yang digunakan untuk proses
kontrol yang berorientasi continous atau batch proses seperti, industri semen,
makanan minuman, kimia, pembangkit listrik, obat – obatan , besi – baja,
kertas. DCS terhubung dengan field instrument dan sensor – sensor mengunakan
setpoint pengontrolan. Contoh utama dalam pengontrolan menggunakan setpoint
adalah mengatur pressure, flow fluida dengan memakai penggerak kontrol valve,
dll.
-. DCS adalah sebuah sistem yang terintegrasi menggunakan
kontroller, protokol komunikasi, dan komputer yang dapat memudahkan user untuk
mengontrol peralatan-peralatan yang menggunakan sinyal analog maupun digital
dari kontrol room. Jadi, ketika kita
ingin mengontrol sebuah valve, tidak hanya kontrol on-off, tetapi juga berapa
besar bukaannya semisal dari 0%-100% bisa kita lakukan dengan mudah.
-. DCS adalah suatu
teknologi kontrol baru
yang menggunakan teknologi
komputer untuk memonitor,
beroperasi, mengatur dan
mendistribusikan banyak unit
kontrol. Dengan aplikasi
DCS, permasalahan keterbatasan
jarak pendistribusian unit
kontrol dan pengintegrasian semua
sistem kontrol berkomputer
pada sistem manufaktur (industri) menjadi permasalahan
yang mudah diselesaikan.
-.DCS
(Distributed Control System)
sesuai dengan namanya
adalah sebuah sistem pengendalian yang
bekerja menggunakan beberapa
controller dan mengkoordinasikan kerja semua
controller tersebut. Masing-
masing controller tersebut
menangani sebuah plant yang terpisah.
-.Distributed Control System (DCS) adalah suatu pengembangan
system control dengan -menggunakan
komputer dan alat elektronik lainnya agar didapat pengontrol suatu loop system
yang lebih terpadu dan dapat dikendalikan oleh semua orang dengan cepat dan
mudah. Alat ini dapat digunakan untuk
mengontrol proses dalam skala menengah sampai besar. Proses yang dikontrol
dapat berupa proses yang berjalan secara kontinyu atau proses yang berjalan
secara batching.
Jadi dapat disimpulkan definisi dari Distributed
Control System (DCS) adalah suatu sistem kontrol yang mendistribusikan berbagai fungsi
yang digunakan untuk
mengendalikan berbagai variabel
proses dan unit operasi proses
dengan berbagai fungsi
pengendalian, monitoring dan
optimasi dari sebuah kontrol room menggunakan teknologi komputer.
Biasanya digunakan pada
sistem manufaktur atau proses,
dimana elemen kontroler
tidak berada pada
sentral sistem (sebagai pusat)
tetapi tersebar seluruhnya pada tiap-tiap sub sistem dan dikontrol oleh satu atau
lebih kontroler. Keseluruhan
sistem kontrol tersebut dihubungkan melalui protokol jaringan untuk
fungsi komunikasi dan monitoring.
Sumber : Banyak Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar